Perjalanan Kenangan

Dalam Perjalanan Pulang, Yogyakarta-Surabaya-Madura
:yogyakarta
Sesak, sahabat memeluk erat
ada isak yang sekarat
isyarat rindu memikat

Tak terhitung
berapa lampu merah bergelantung
lampu hijau mengigau
ini bis senyumku dalam tangis

biar tugu kurindu
biar malioboro kuhirau
aku akan kembali
menagih senyum senja yang kucintai

Dalam laju perjalanan
tak lupa kusebut namamu
mungkin tatap muka tak sempat kita sua
kenang tak sempat kita rajut
kutinggalkan kau bersama rindu yang syahdu

Adakah disitu
namaku tertinggal diingatanmu
tak banyak harap yang aku seru
hanya serumpun doa temani perjalanku
“biarkan waktu membuatku jatuh cinta padamu, sebab setelah jatuh, aku akan bangun cinta, biar bibit rasa menguap sepanjang perjalanan beku, hingga pelaminan tempat kembali kita bertemu”
Aromamu masih terbaca dikejauhan cerita, aku pulang, pergi tanpa pasti kembali


:Surabaya
Ibu, sendu menantiku
Sahabat, sendu melepasku
Kelak meski harus merangkak biar kutempuh jarak, tuk peluk erat isak yang kian menyesak
Diberanda bungurasi yang dipercantik, ini kesekian kali, langkahku toreh jejak beranak sendu
Ranselku terasa berat, membawa kenangan berpeluk erat, takdir tak pernah terburu-buru, dia datang penuhi undangan waktu
Yogyakarta yang semakin jauh dimata, smuga semua selalu baik-baik saja.


:Madura
Itu haru membiru
berseri merayu mentari
aku pulang ibu, membawa sejuta rindu yang tak tau malu
Masihkan senyummu seteduh dahulu
sebelum perjalanan singkat aku tempuh

Kali ini tak ada buah tangan yang kugenggam
ibu ada resah yang membawaku pulang secepat ini
biarkan sejenak aku berbaring diteduh senyummu
kau tempat pulang yang selalu kumau
Terbayang wajah nyawa yang mencintaiku tanpa syarat, aku pulang dalam perjalanan yang hilang
Mengukur jalan yang ternyata begitu panjang
terlentang tanpa penghalang
aku lelah, hampa kian melangkah
biar sejenak aku lupa, hidup ini permainan saja.

Oleh: Aku, pecinta kata, tretan KMBY

Tinggalkan Balasan