Selingkar Sepi

Dititik Bersambung, dieja kesekian,
Pada masa, dimana luka adalah dia
Dan pada mimpi, adalah sisa harap yang cemas.

Hingga bayang kesekian
Hela itu tanpa detak
Ringkih, uji harap terasingkan

Lagi, tiada lelap diperaduan
Memuja resah, gundah terasa
Intip lagi, sesungguk itu
Adalah jelma hutang rindu

Pada kelip kesekian, gelap mulai menyeringai
Ini gegap gempita, direlung sang pemuja
Puan, mulai hilang dikeramaian
Menghitung kembali, rupa tak serupa
Tuan, hilang redup di kegelapan
Aduhai, rindu menjelma ketiadaan.

Joglo-Yogyakarta, 21-10-2017

Sajak Kenangan
:gelap dalam terangku

Jauh di kedalaman matamu
Riuh cinta mendayu
Berayun rindu temu sewaktu
Membumi kisah kian sendu
Hitam tawamu sesesak ragu
adalah kelam dipangkuku
Biar daku urat nadimu
dikau nafas seserah hidupku

Putih tatapku pujamu, segidik takluk mengharu biru
Hitam putih mengelabu, kisah kita tanpa temu

Usah kisah pada sejarah, kita kalah pada pasrah
Hatimu kusulami madu, tengadah aku dikaki waktu
Biar tempuh masa kurengguh, lepas bayangmu sunggu menjauh

Selimut dingin memanjaku, hitung jejak sejarah dibayangmu
terbit gelap terindah, diterangku tiada menjerah.

Bingkisan Jarak

Rindu pulang pada jarak terbentang
Kisi masa tak dapat terlukis dengan apa
Waktupun tertera alpa dentang tanpa rasa

Sesekali, kita nikahkan pertemuan
Lewat lantunan doa sujud penghabisan
Alunan serenade harapan beku
Jajaki liku ruang tak berwaktu

Aku, menghamba pada ingatan
Bahwa simpul yang terikat
Adalah lipatan jarak yang terkerat
Disana, takdir tuhan menimbang. patahkan keraguan

Suatu ketika:”jarak adalah pernikahan rindu tak berkesudahan”
Sehambar senyuman dipunggung lelakiku yang tertimbun waktu,
disini;”kusulam waktu tempat wajahmu kutimang haru,
pada bingkisan jarak dan waktu, ingin kulipat tujuh penjuru
hingga tiada rindu meragu tuk bertemu ”.

Bangkalan, 10 February 2016

Oleh: Putry Kata, Dara kelahiran Campor, Geger, Bangkalan madura. Pecinta sastra.

Tinggalkan Balasan