“Matamu”

Oleh:Putry Kata

Kabut Di Matamu
Menghitung jejak takdir
Ini sekian kali
Langkah itu menjadi serapah
Usah di ingat kerling lalu
Sebab sabda Tuhan adalah keniscayaan
Pada kita
Yang dahula sama cinta
Pandang yang sama
Dan kini, kenangan tempat kita     bertemu.
Dia adalah sepi
Tamu yang sering aku tunggui
Seperti kau saja, tersenyum lalu pergi.
Suatu waktu,
Kau pernah tersenyum lugu
Sembari berjanji;
Esok kita bersama lihat kabut pagi ”
Ingatku tiada lupa
Meski janji itu tak aku pinta.
Tuan,
Sesenyum dimatamu dahulu
Kini,
Kenapa terganti kabut
Yang tanpa sempat kita lihat?.
Dijalan tempat langkah kita merapal sesal
Kutinggalkan satu ucapan bekal;
Kelak, jika kita saling jumpa-saling sapa,
Lupakan luka, ingat takdir paling kuasa,
Dan juga…
Hapus kabut yang berlabuh dimatamu”
Aku tak ingin melihat itu!

Yogyakarta, 01-November-2017

Tinggalkan Balasan